Tuesday, 22 February 2011

Here I am at my lowest point... To see people get everything I dreamed of... Effortlessly. While I'm struggling and get nearly nothing.


Please, God... Don't let me lose my faith. I love You.

Wednesday, 16 February 2011

Februari, Lalu dan Kini

Ah, hujan lagi ternyata. Pagi tadi hujan, Alice merengut di kandang. Aku suka hujan, begitu pula Alice. Tetapi aku tidak suka Alice bermain hujan. Alice sangat menyukai tetesan hujan. Ia akan melompat kesana kemari mengejar tetes hujan yang jatuh ke bumi. Tentu saja aku gusar, karena itu akan membuat Alice menjadi kotor, bau, dan yang paling mengkhawatirkan adalah sakit. Tidak mudah mengeringkan Alice, karena ia pun akan berlarian mengejar handuk. Menggigit sekuat mungkin, sampai-sampai aku takut proses tarik menarik handuk akan membuat giginya tanggal. Tidak mudah pula untuk memandikan Alice di musim hujan seperti ini. Justru akan membuat bulunya lembab dan apek. Karena itu, sabar ya, Alice.

Beberapa tahun terakhir ini Februari selalu penuh dengan hujan. Tahun-tahun tertentu diwarnai dengan banjir. Rumahku tidak banjir, hanya saja akses kanan kiri terhambat. Pernah aku terjebak di pos pengumben. Akses pulang ke rumahku banjir dan macet total. Ingin menangis rasanya. Kendaraan umum tidak bisa lewat, taksi pun menolak. Minta mama jemput pun sia-sia. Yang ada mama akan terjebak juga dan sama bingungnya. Satu-satunya yang menawarkan jasanya adalah tukang ojek yang mangkal di sekitar lampu merah itu. Kutanya, dan ternyata mau! Oh, inilah namanya secercah harapan. Akhirnya dengan melewati komplek-komplek dan menghindari jalan raya, sampailah aku di rumah. Alhamdulillah.

Tanggal 21 ini aku akan memulai hari pertamaku di semester 8. Ketika banyak teman seangkatan yang sedang mengerjakan skripsi, tugas akhir, dan bahkan sudah melewati sidang, ya, aku masih berkutat dengan puluhan sks yang menanti untuk dituntaskan. Nilai pun harus ditingkatkan. Hh, penat rasanya mengetahui semua itu akan berujung pada sebuah angka akhir. Akhir, tapi tidak menentukan akhir hidupku.

HAHAHA it's getting mellow............. As mellow as the weather! Go, chin up!

Special Kind of Something

Back to 2010, day 5th in December.


Yeay! It was my big brother's wedding! His name is Dio and he married Pepe, the woman he met when they're worked together in public accountant.

The wedding was held in Menara Peninsula Hotel, at 7 pm. For brief explanations, it use an international style, and I never attend that kind of wedding before, so, that was my very first time. The concept is that the groom and bride do not wear traditional clothes but tuxedo and long wedding gown that we usually see in western movies. The ceremony also different with the traditional one. There are chosen modern songs played as the groom and bride entered the wedding hall, cut the cake, wedding kiss, champagne toast (not real champagne, only sparkling grape), and bouquet throwing. The groom and bride mingled around the hall, see the guests, and giving chocolates to their closest friends instead of standing still in the wedding stage.

                                cut the cake                                    champagne pouring


bouquet throwing


We also held 'Akad Nikah' and Tea Pai (which is Chinese traditional ceremony) that day. Since I consider this as a private matter, I'll only upload just a few photos :p

Bye 2010

Hello everyone, long time no blog! Well, actually I still do blogwalking these past few months and I had lot of things to say and it was all suspended because I got numbers of tasks that need to be done before year end.

Ta-da! Here it comes... 2011! Yeaaayyy! And it's February already, so, I guess I'm a lil bit too late. Or very very late. Whatever. I'm happy, but not really excited. 2011 will be kinda harsh. Gotta fight some more :)

Happy new year everyone. Gong xi fa cai. Have a great prosper year with tons of luck!

Sunday, 6 February 2011

Saturday, 23 October 2010

Muka Manis

Pernahkan anda merasa ada segelintir orang yang terlihat kurang bersahabat, sombong, jutek, dsb? Well, mungkin saya salah satunya dari yang pernah anda lihat.

Hmm, sekedar klarifikasi (macam artis) saya sebenernya gak kayak gitu lhooo. Terlihat iya, tapi sifat aslinya saya rasa gak. Sedih kadang ketika ada yang menjudge kayak gitu. I mean, you got to know me closer, dude! Tapi... Yah, apa mau dikata, yasudahlah ya. Orang bebas menilai. Itulah mengapa judulnya 'muka manis', muka yang tidak bisa saya kenakan. Ha!

Setelah ditelaah, ada 2 hal yang menyebabkan saya tidak bisa ber'muka manis' di depan orang yang asing, tidak begitu kenal, tidak begitu dekat:
  1. Bawaan muka. Muka saya memang seperti ini dari lahir ya, efek mata sipit juga mungkin, jadi seolah-olah mencibir :(
  2. Karena memang saya... belum bisa. Saya tidak akan bilang tidak bisa ber'muka manis' karena, in fact, saya pun terus menerus mencobanya. Susah lho. Di satu sisi saya merasa saya akan sangat membutuhkan si 'muka manis' ini di saat genting (mis: interview kerja suatu saat nanti), tapi di sisi lain saya merasa sangat fake. Memang sih 'muka manis' tak bisa dikatakan menjilat, tapi saya paling tidak bisa berbaik-baik karena mengharapkan sesuatu

Intinya, beruntunglah anda sekalian yang ber'muka manis' hehe :)

Tuesday, 29 June 2010

21

Kurang lebih sudah 2 bulan saya menyandang umur 21. Ya, 21 adalah umur yang dianggap sudah dewasa baik dari segi fisik maupun emosional. Di angka ini pula seseorang telah dianggap menemukan titik kebijaksanaan dalam hidupnya.


Tapi oh tapiii........... Kenapa ya saya tidak merasa seperti itu?


Dari segi emosional dan kedewasaan saya merasa ada kemajuan walaupun sebagai manusia tentu gak akan pernah sempurna. Dari segi fisik... Nah, itu dia. Sejak SD sampai sekarang jadi mahasiswi semester 6 pertumbuhannya hampir statis! Tinggi maupun berat gak jauh beda. Baju umur 12 masih bisa dipake di umur 21 ini. Miris =(


Muka menua tentunya, tapi kalau dibanding jaman SMP, lagi-lagi hampir statis!
Sisi positifnya:
Berarti saya awet muda dong =p
Sisi negatifnya:
Kadang iri ngeliat orang-orang yang saya kenal terlihat bertambah dewasa, dandan, kulit perawatan, rambut pun lebih terawat, semakin cantik deh intinya. Sedangkan saya??? Masih begini-begini aja


Memang sampai detik ini saya masih sangat awam dalam hal-hal kecantikan. Terakhir kali ke salon? Kira-kira 6 bulan yang lalu. Itupun cuma creambath. Belum pernah seumur hidup nyobain selain potong, creambath, catok dan ergh... smoothing. Manicure pedicure, hair mask, luluran, dll belum pernah. Sampai saya gak tau jaman sekarang pelayanan apalagi yang ada di salon. Dokter muka? Apalagi. Ngeliat muka dokternya aja belum pernah. Mau sih nyobain semua itu... Cuma entahlah, masih ragu. Tapi mau! Tapi ragu. Hmm