Sunday, 24 November 2013

Things I Love (part I)

Hm.. Mulai dari mana ya?

Sudah lamaaaaaaaaaaaaa banget gak ngeblog.

Kenapa oh kenapa? Dibilang gak ada waktu gak juga sih, cuma karena di kantor kebanyakan duduk, sampe rumah rasanya gak pengen duduk lagi. Saya sampe khawatir bakal tepos karena duduk melulu.
Kenapa gak ngeblog pas waktu senggang di kantor? Hm... Karena gak enak kali ya mau nulis tapi ngerasa ada mata di kanan kiri depan belakang yang ngeliat *derita orang kepedean*
Kenapa gak ngeblog pas weekend? Kurang lebih jawabannya sama kayak yang pertama sih, gak pengen duduk mulu. Saya sebenernya bukan orang yang betah duduk berlama-lama. Gak bisulan. Gak ambeien. Emang pada dasarnya aja gak betah duduk *kecuali di bis, angkot, or else*

Tapi weekend kali ini berbeda, saya akan menyempatkan waktu untuk ngeblog demi memenuhi permintaan para pembaca yang sudah lama menantikan post terbaru saya *siapa???*

Kali ini topiknya adalah things I love, untuk sekedar self reminder aja bahwa masih banyak hal yang bikin saya senang dalam hidup ini, karena seperti apa yang seorang teman saya bilang di path, post yang kita buat itu ternyata bisa menjadi semacam life journal kita. Berguna, terutama buat saya yang pelupa.

So, I love...

1. To dance
I'm not a pro dancer. Ini yang harus saya tekankan dari awal. Tapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa saya suka menari. Menari adalah hal yang dulunya saya tutup-tutupi, karena saya tomboy, rasanya kok menari gak sesuai dengan imej tomboy. Jadi setiap ada ekskul menari saya gak pernah ikut. Tapi tetep sih, pada akhirnya kita gak bisa terus-terusan membohongi diri sendiri kan? :D

2. To travel
Belakangan ini saya merasa sangat penat dan sangat rindu untuk pergi ke suatu tempat baru dan meninggalkan segala rutinitas yang ada. Sebagai warga bumi yang baik saya merasa berkewajiban untuk menjelajah. Lokal, interlokal/sljj *lah emangnya wartel* ndak masalah. Yang jadi masalah ya budgetnya (juga waktunya, juga teman travellingnya, hiks), tapi bisalah diusahakan kalo rajin menabung :)

3. Steve Jobs speech at Stanford University
Mungkin agak klise tapi segala yang dikatakan sangat... inspiring. Kalo dihubungkan antara speech itu dan kematiannya, seakan dia meninggalkan hidup ini tanpa penyesalan. Dari 3 cerita, yang paling saya suka adalah tentang connecting the dots. Bukan berarti saya menganjurkan orang untuk drop out dari sekolah/kuliahnya, yang bisa diambil dari cerita itu adalah bahwa apapun yang kita lakukan sekarang, terutama apa yang kita sukai tapi belum terlihat apa gunanya untuk hidup kita, suatu saat nanti akan terlihat. "So you have to trust that the dots will somehow connect in your future" he said. Rest in peace, om Steve. *bow*

4. To learn about people's way of thinking
Ini selalu menarik karena manusia merupakan makhluk yang sangat simple sekaligus sangat kompleks. Bisa dibilang semua manusia punya tujuan yang simple, tapi cara pencapaian ke tujuan itu yang kompleks banget.

5. To eat
Terima kasih Tuhan karena telah memberikan fisik yang tidak mudah berubah bentuk dan cukup fleksibel untuk menerima makanan apapun. Bukan berarti saya makan segalanya sih, ada beberapa yang memang tidak saya makan, tapi selain dari yang tidak saya makan itu, masih banyak yang belum saya coba. Jadi, mari kita wiskul! :D

...

Sepertinya saya mulai mengantuk. Cukup, saya sudahi untuk hari ini.

Buonanotte!

Yours,
Citaureau

Friday, 26 April 2013

Age

I'm turning 24 today.

Can I get a yeay?

Tuesday, 26 March 2013

Focus on what really matters

Sebelumnya saya meminta maaf untuk semua yang memegang dan menyetujui pemahaman seperti paragraf di bawah ini.

Pernah kan pasti mendengar kalimat mengenai betapa kita diremehkan oleh orang lain dan kita tidak perlu merasa down karena apa yang orang lain tersebut katakan melainkan kita hanya perlu membuktikan kalau mereka salah menilai kita?

Buat apa?

IMHO, apapun yang menurut kalian penting dalam hidup kalian, lakukan. Usahakan. Apapun yang mau kalian lakukan dalam hidup kalian, lakukanlah untuk kebaikan kalian sendiri. Untuk apa yang kalian inginkan. Bukan semata-mata untuk membuktikan pada orang lain bahwa mereka salah. Seandainya mereka bilang kalian gak jago berkuda dan kalian memang tidak suka / ingin / harus bisa berkuda, maka tidak usah repot-repot membuktikan mereka salah. Kalaupun mereka benar, biarkanlah. Focus on what really matters.

Cheers! :)

Saturday, 23 March 2013

Freedom

Terkadang kita membatasi kebebasan kita sendiri karena kita tidak dapat terbebas dari rasa bersalah.

Monday, 18 March 2013

Koi No Yokan

I accidentally found this term.

Koi No Yokan (Japanese):
Koi No Yokan is a truly beautiful concept. It can defined the sense can have upon first meeting another person that the two of them are going to fall in love. In other words, it is the knowledge one has that he/she is going to fall in love with another person. This differs from the idea “love at first sight” in that it does not imply that the feeling of love exists, rather it refers to the knowledge that a future love is inevitable.

Source: http://www.hightowerflashes.com/untranslateablewords.html

Something I've never heard before. And, yes, it is beautiful.

Thursday, 14 March 2013

Hari ini

Transport, motorways, and tramlines
Starting and then stopping
Taking off and landing
The emptiest of feelings
Disappointed people, clinging onto bottles
And when it comes it's so, so, disappointing

Sore ini entah kenapa tiba-tiba saya merasa... kosong. You can never understand women's emotion. Saya pun juga terkadang tidak mengerti apa yang sedang saya rasakan. Teman-teman kantor mengajak nonton (yang tadinya dalam hati saya berniat akan ikut di acara nonton bareng selanjutnya), tapi saya, entah kenapa, tidak ingin. Saya juga tidak ingin pulang. Tidak juga ingin berada di kantor. Dan tidak ingin kemana-mana. Karena itu saya memutuskan untuk pulang, karena walaupun tidak ingin, saya tahu pada akhirnya saya harus kemana.
Pada perjalanan pulang saya menaiki patas dan seperti yang sudah diduga, berdiri. Berarti saya tidak bisa tidur. Sehingga di perjalanan saya terus menerus mendengarkan lagu sembari line / whatssap sesekali. Saya tidak ingin pikiran saya kosong. Saya pun tidak tahu mengapa, maksudnya, memang apa yang akan terjadi jika pikiran saya kosong?
Sampai detik ini, saya menulis dengan earphone di kedua telinga. Tidak tahu apa yang ingin saya lakukan selanjutnya. Saya tidak ingin tidur, tapi sepertinya itu hal yang akan saya lakukan setelah selesai menulis.

Dan... ah, lagi-lagi saya lupa untuk membawa pulang aseton.

Friday, 1 March 2013

Thoughts

The idea of who's better than who is so boring.

It may sound cliche, tapi saya masih percaya bahwa setiap orang punya kelebihan dan (tentunya) kekurangan masing-masing. Hanya saja kelebihan dan kekurangan tersebut tidak selalu terlihat dan bergantung juga dengan sikon masing-masing orang. Misalnya, ulangan matematika. Tidak semua orang merupakan ahli matematika. Tetapi ketika kita diharuskan untuk mengikuti ulangan matematika, maka hanya dari ulangan tersebutlah kita dinilai. Ulangan matematika tidak peduli jika kita ahli dalam berolahraga. Dan sebaliknya, tes  lari tidak peduli akan jumlah rumus yang kita kuasai. Hampir tidak ada orang yang ahli dalam segala hal. Paling tidak bukan dari orang yang saya pernah kenal.

Mungkin kita juga dapat melihat sesuatu kelebihan dan kekurangan dari dimensi lainnya. Mungkin ada orang yang tidak ahli dalam segala pelajaran. Hanya saja, mungkin ia adalah orang yang memiliki interpersonal skills yang sangat baik. Atau mungkin saja secara materi ia sangat berkecukupan. Atau secara fisik sangat menarik. Atau memiliki keluarga yang utuh dan harmonis. Atau kelebihan-kelebihan lainnya yang akan terlalu luas untuk diperinci.

Banyak orang yang merasa kurang atau tidak memiliki kemampuan untuk berbicara di depan umum (dan saya salah satunya). Tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa menjadi pendengar yang baik tidak kurang pentingnya dari menjadi pembicara yang baik. Dan banyak yang berpikir bahwa 'hebat' adalah ketika seseorang dapat menjadi pembicara yang baik, bukan menjadi pendengar yang baik.

Paradigma.