Friday, 20 January 2012

Lukis

Kira-kira dimulai tahun terakhir sekolah dasar. Gw sempet mempunyai hobi yang namanya melukis. Didorong dari hobi menggambar (baca: coret-coret) sedari kecil, akhirnya muncul keinginan untuk menyentuh yang namanya kanvas dan kuas.

Gw gak begitu inget yang mana lukisan pertama gw. Karena di kala itu gw sedang semangat dan produktif alhasil gw melahirkan beberapa karya (bahasanya udah macam pelukis maestro), salah tiganya adalah:
  1. Lukisan heart/hati/lope-lope ala motif di tas yang sedang in kala itu, Happy House.
  2. Lukisan vas bunga meniru lukisan yang ada di kalender yang bagian lukisannya udah gw potong-potong dan itu adalah lukisan Vincent Van Gogh, saudara-saudara! How dare I....
  3. Lukisan abstrak yang hanya gw dan Tuhan yang tau artinya.
Dan ada beberapa lagi, termasuk lukisan kolaborasi dengan teman SMP, sebut saja KR dan FA (hayo tebaaak). Nah, usai sudah masa melukis gw kala itu.

Sampai...

Suatu hari gw ngeliat brosur 'Creative's Creative's Creative's' di tempat les. Bertajuk New Artist Project 2011, gw yang-bahkan-gak-sanggup-menganggap-diri-gw-artist-dan-udah-lebih-dari-6-tahun-pula-gak-nyentuh-kanvas-dan-kuas, memberanikan diri untuk ikut. Tema bagi orang Indonesia adalah 'melihat Korea'. Tertarik dengan temanya... dan tentu tertarik juga dengan hadiahnya! Muehehe

Setelah tanya-tanya, mulailah gw membeli bahan-bahan yang dibutuhkan, mulai dari bawang putih, kemiri, dan terasi (lho gw pan bukan Farah Quinn) ... Hng, maksudnya kanvas baru berukuran 35 x 40 cm dan beberapa kuas baru karena yang lama udah kaku. Mulailah gw melukis lagi. Senang.

H -1 sebelum deadline, gw mengumpulkan karya gw yang berjudul 'Peeked Out from Behind the Tal'. Karya itu akan dipamerkan selama beberapa hari di KCC. Katanya pemenang akan dihubungi lewat telepon, dan ternyata... *jengjeng* Gw gak dihubungi.

Sempet sedih, tapi kesedihan itu tertutupi karena saat itu yang ada di pikiran gw adalah legaaaa. Lega dan senang karena akhirnya gw pernah benar-benar menyelesaikan lukisan dengan serius. Gak nyangka aja ternyata gw bisa secommit itu.

Btw, mau taukah seperti apa suasana pamerannya?


Lukisan gw adalah lukisan kedua dari kiri. Pas lihat pamerannya gw sempet jiper. "Meeeen, itu lukisan gede-gede bener! Ya pantes aja gw kalah!" and that was a bad excuse! Biarpun gw bikin segede bagong juga belum tentu menang toh. xD


After all, that was a great experience. 

Well, selamat buat para pemenang! Dan sekian sekilas info.
Cheers! 


Notes:
Setelah mama pulang haji, doi baru ngeliat lukisan gw dan katanya bagus (bagus buat ukuran  gw, if you know what I mean), plus pas pulang kuliah tiba-tiba udah dipajang pula di tembok ruang keluarga! (walaupun akhirnya gw lepas) uhuhu, super terharu :')

Wednesday, 18 January 2012

Overheard : Minimarket

Sekilas di minimarket.


Sang Bapak (sembari menggeser pintu freezer): "Kamu mau yang mana? Cokelat yah."
Adik: "Iya."
Sang Bapak:  "Kakak, kamu mau yang mana? Strawberry?"
Kakak: "Aku gak, pah. Batuk."
Bapak: "Batuk? Udh gak apa-apa (menyodorkan es krim strawberry)
Kakak: (menolak mentah-mentah)


Oalah, Bapak yang aneh... xD

Sinkronisitas?

Pernah gak, di hari yang sama, secara gak sengaja berkali-kali melihat, mendengar, membaca, sesuatu yang sama dari media maupun orang yang berbeda dan tidak berhubungan, bahkan dengar sekilas dari orang tak dikenal yang sedang mengobrol dengan temannya, padahal sesuatu tersebut bukanlah hal yang sedang ramai dibicarakan, hanyalah sesuatu yang umum tetapi secara khusus menampakkan diri kepada kita?
Setelah googling menggoogling, ada beberapa artikel yang... gak persis sih, tapi kurang lebih terkait. Akhirnya dari beberapa artikel, ada 2 orang yang kira-kira paling klop dalam mendeskripsikan hal ini. 

"Sinkronisitas dapat diartikan sebagai kebetulan-kebetulan yang bermakna. Bahkan istilah ‘kebetulan’ pun tidak lagi sufisien, karena pada level tertentu tidak ada satu hal pun yang kebetulan atau insidental. Semua punya makna. Semua berinterelasi dalam satu maha rencana." -Dee Lestari

"Sinkronisitas adalah suatu perjumpaan secara kebetulan, tetapi tampak terencana secara kosmis." -Henky Kuntarto

So, apakah yang selama ini gw alami adalah sinkronisitas? Tapi kenapa gw gak dapet maknanya yah... Ngok

Dreams


"Dreams are the touchstones of our character."
-Henry David Thoreau

Have you ever wondered why you're dreaming?


Monday, 16 January 2012

Quarter-life crisis

According to wikipedia, it means
"The quarter-life crisis is a period of life following the major changes of adolescence, usually ranging from the late teens to the early thirties, in which a person begins to feel doubtful about their own lives, brought on by the stress of becoming an adult."
Am I on the right path?

Friday, 30 December 2011

Resolutions?

Geez, 2012 in less than 2 days. Time flies while I have no wings. You're growing older, and (maybe) more mature. But I don't know, I just feel the same. I feel like I'm the same person as I was last year and years before. Young at heart.

So, I guess it's the perfect time to make a new resolutions, no? It's funny that I can't even remember what was my last year resolutions. Fufufu

Okay, this is it. My 2012 resolution is : NO MORE RESOLUTIONS.

I'm just happy living my life day by day without sticking to the plan or other pressure-able things. One thing for sure, I'll do my best to live in the present.

So, what's yours?
Cheers! 

Saturday, 3 December 2011

한국 음식

3 November lalu gw, 3 orang classmates, serta Kim seonsaengnim pergi ke Mu Gung Hwa di daerah Santa untuk makan 한국 음식 (baca: Hangug eumsig) yang artinya adalah makanan Korea. Jadi, Mu Gung Hwa itu sebenarnya adalah supermarket yang menjual berbagai keperluan sehari-hari dari Korea dan di dalamnya terdapat restoran kecil yang tentunya menyediakan (hanya) makanan Korea. Gw, jujur aja adalah seorang newbie yang bener-bener belum pernah mencoba makanan Korea *blushing*, kecuali Kimchi instan yang kakak gw dapet sebagai oleh-oleh dari temannya sepulang dari negeri ginseng tersebut, atau pernah juga Ramyun, tetapi lebih tepatnya yang gw makan adalah Ramen karena buatan Jepang. Entah apakah berbeda jauh rasa dari Ramyun dan Ramen.

Ketika menu diberikan, gw cuma terbengong-bengong karena gak ngerti apa yang sebaiknya dipesan. Seonsaengnim bilang sebaiknya kita pesan berbagai menu untuk dimakan bersama saja, jadi kita bisa mencoba berbagai macam. Ide yang sangat bagus. Jadilah kita memesan beberapa jenis makanan seperti Kimbab, Bibimbap, Tteokbokki, Naengmyeon, Odeng, dan cemilan-ayam-entah-apa-namanya. Kimchi gak dipesan karena Kimchi merupakan sesuatu yang pasti ada di meja makan orang Korea dan bisa diambil sepuasnya (mungkin semacam lalapan kali ya di Indonesia? :p). Ini dia...

(atas: Kimbab, bawah: Kimchi, kanan: Bibimbap)

yang penting foto dulu, say Kimchiii! :)

Sedikit review dari newbie boleh kan yah? *nyengir kuda*
  1. Kimbab (김밥), semacam sushi gitu kalau boleh dibilang. Enak! Sayang waktu itu gak begitu memperhatikan apa saja isinya.
  2. Bibimbap (비빔밥), yang paling gw suka dari semuanya. Isinya irisan wortel, tauge, daging sapi selada, dan telur mata sapi (in some case bisa juga telurnya setengah matang/mentah sama sekali). Ada saus merahnya juga yang-jangan-tanya-apa-namanya-karena-gw-juga-gak-tau. Gurih dan enak. Nutrisi komplit :D
  3. Tteokbokki (떡볶이), adalah kue beras dengan kuahnya yang kental dan merrrrah. Awalnya gw agak ragu mau makannya, tapi ternyata Ismi dan Ennie eonnie sangat suka dan sudah sering makan sebelumnya. Jadilah gw beranikan untuk mencoba, dan ternyata enak! Kue berasnya kenyal dan sausnya agak pedas dan gurih.
  4. Naengmyeon (냉면), yang ternyata adalah mi dingin. Sepertinya di Korea cukup terkenal, tapi gw kurang suka. Minya tipis hampir seperti bihun, warnanya agak hitam (mungkin dari bumbunya), dingin, dan sangat asam. 
  5. Odeng (오뎅), semacam sate (atau bakso?) ikan. Mirip dengan Oden di Jepang. Disajikan dengan kuah yang gurih. Enak banget buat cemilan.
  6. Cemilan-ayam-entah-apa-namanya, bentuknya seperti Karage tapi ternyata tidak bertulang. Gak begitu ngerti itu bumbunya apa, tapi enak..
  7. Kimchi (김치), 11-12 sama Asinan Bogor, bedanya Kimchi gak berkuah, kalaupun ada sangat sedikit. Rasanya? Kecut... Jadi gigitan pertama agak kaget, tapi lama kelamaan enak juga.
Overall enak-enak dan mau makan lagi. Oh iya dan ini semua ternyata ditraktir Kim seonsaengnim lho. Gomawoyo, seonsaengnim! *hugs* yum yum yum. Meogeupsida!