Monday, 21 May 2012

I hate being too kind

I do a lot of things to makes people happy. I've planned a lot of friends meetups. I've planned reunion. I've planned people's birthday surprises. I gave them gifts. I've treated them.

I shouldn't have done that. That's why I stop.


Pada dasarnya, gw senang melakukan itu semua. Semua gw lakukan secara sukarela. Kadang karena diminta, kadang gak. Gw senang membuat orang merasa dihargai dan diingat. Gw senang mempertemukan dan bertemu dengan muka-muka akrab itu.


Di sisi lain, gw benci karena gw senang melakukan itu.


Ada saat-saat dimana gw sangat merasa kesal dan lebih tepatnya kecewa. Misalnya, jika ditanya menjawab terserah tapi jika gw menetapkan mereka keberatan. Seperti ketika gw tanya: "Bisanya kapan?" atau "Lo free kapan aja?" dan jawaban mereka "Atur ajalah", tapi ketika gw tetapkan tanggalnya, pasti ada saja yang bilang "yah, gw gak bisa tanggal segitu" atau yang paling menyebalkan "minggu depannya lagi dong gw baru bisa".


Ngerti gak kenapa menyebalkan? Ketika mereka bilang gak bisa walaupun gw mengharapkan kedatangannya, then it's okay, maybe next time. Tapi ketika mereka minta ubah tanggal hari bulan blah! Rasanya gw pengen bilang "How selfish you are! Emangnya semua cuma mengharapkan kedatangan lo? Emang yang gw urusin cuma lo doang?" Tapi lagi-lagi karena gw berperan sebagai EO yang baik, gw akan menjawab seadanya ditambah smiley di akhir kalimat.


Mending deh kalo pertemuan skala kecil kayak ketemu temen-temen akrab aja, tapi kalo udah skala reuni... Rasanya pengen gw jambak tuh orang yang kayak gitu.


Dan ada lagi, bedanya ini dengan orang yang bisa datang. I hate to hear their complaints! Kayak "Yaah kok tempatnya kayak gini sih/kok sepi/blah", rasanya pengen gw jadiin samsak. Gini deh, menjadi EO itu bukan kewajiban gw, gw gak dibayar, dan capek. Gw tau mereka kayak gitu sambil bercanda, tapi hargailah orang yang udah capek. Gak usah bayar gw, tapi elunya gak usah banyak cingcong. Tapi lagi-lagi gw hanya melontarkan senyum yang dikulum.


Intinya gw senang menyenangkan orang lain dan akhirnya gw menyadari gw gak mendapatkan yang sebaliknya dari mereka.


That's why I stop. I stop being always there for everyone else and focus on my own needs.


I'm sorry for being such a grumpy, tapi gw capek.



Sunday, 22 April 2012

Little Miss A

I miss you so much. I'm sorry. I wish I never done that. That's not what I wanted. Never, not even a second. I wish you'll have a decent life. Safe and sound. Happy and content. I wish we could be reunited someday.

I love you and you know that.

Sunday, 15 April 2012

Short Love Story

Me. 
Him.
Trash can.
A small slice of fried chicken.
Omelette.
Cheesy broccoli nugget.
Boiled egg.

Love.

Friday, 13 April 2012

Mesin dan Manusia

Sore tadi aku berjalan kaki dan menyadari sesuatu, betapa sulitnya bernafas bebas dengan hiruk pikuk kendaraan bermotor yang tiada habisnya. Setiap hirup rasanya asap. Padahal hanya untuk bernafas bebas, kenapa harus susah, pikirku. Aku langsung terbayang akan film tentang masa depan dimana kita bernafas memakai tabung oksigen.


Image by Modern Mechanix

Tuesday, 10 April 2012

Rainbow Bridge

Just this side of heaven is a place called Rainbow Bridge.

When an animal dies that has been especially close to someone here, that pet goes to Rainbow Bridge.
There are meadows and hills for all of our special friends so they can run and play together.
There is plenty of food, water and sunshine, and our friends are warm and comfortable.

All the animals who had been ill and old are restored to health and vigor; those who were hurt or maimed are made whole and strong again, just as we remember them in our dreams of days and times gone by.
The animals are happy and content, except for one small thing; they each miss someone very special to them, who had to be left behind.

They all run and play together, but the day comes when one suddenly stops and looks into the distance. His bright eyes are intent; His eager body quivers. Suddenly he begins to run from the group, flying over the green grass, his legs carrying him faster and faster.

You have been spotted, and when you and your special friend finally meet, you cling together in joyous reunion, never to be parted again. The happy kisses rain upon your face; your hands again caress the beloved head, and you look once more into the trusting eyes of your pet, so long gone from your life but never absent from your heart.

Then you cross Rainbow Bridge together....

(Unknown Author)

Wednesday, 25 January 2012

The Day Has Come

Hari ini, gw resmi berpisah dengan salah satu anggota keluarga kesayangan, Kukang. Pagi ini gw dan nyokap membawa Kukang ke Pusat Penyelamatan Satwa di Jakarta Barat. Such a heartbreaking moment...

si Kukang masih kagok di tempat baru

akhirnya mau digendong, tapi masih pose waspada

Alasan gw pengen bawa sendiri kesana adalah karena gw mau ngeliat kayak apa tempat Kukang akan tinggal nantinya. Ternyata cukup bagus! Dan ramai dengan kukang-kukang lainnya. Ada temen main deh... Hihihi. Berhubung masih jam tidur untuk para kukang, jadi lagi sunyi-sunyi aja di kandangnya. Ini salah dua yang lagi tidur...

super sweet, aren't they? :)

Selain kukang, disana banyak satwa liar lainnya, dari kelompok reptil, primata, aves (burung), maupun rusa. Sayang tidak boleh asal mengambil foto disana karena tidak semua hasil serahan, ada juga yang hasil sitaan, karena banyak dari mereka adalah hewan langka yang tidak boleh diperjualbelikan maupun dipelihara.

Buat yang belum tau apa itu hewan kukang, bisa cek di coucang. Yang pasti mereka itu hewan dilindungi, jadi bagi yang pelihara, baik beli/dikasih/nemu/apapun (dalam case gw, nemu di halaman rumah), bisa menyerahkan ke pihak konservasi seperti Pusat Penyelamatan Satwa dan International Animal Rescue Indonesia. Yang gw tau kedua pihak tersebut menyediakan penjemputan juga, jadi untuk yang tidak bisa mengantar langsung, bisa menelefon untuk minta dijemput.

Anyway, setelah gw menyerahkan Kukang, gw diminta untuk tandatangan Bukti Penerimaan Satwa. Semoga disana Kukang bisa hidup lebih bahagia.


Far in distance, but near at heart.


Sayonara, my baby Kukang :'')

Friday, 20 January 2012

Lukis

Kira-kira dimulai tahun terakhir sekolah dasar. Gw sempet mempunyai hobi yang namanya melukis. Didorong dari hobi menggambar (baca: coret-coret) sedari kecil, akhirnya muncul keinginan untuk menyentuh yang namanya kanvas dan kuas.

Gw gak begitu inget yang mana lukisan pertama gw. Karena di kala itu gw sedang semangat dan produktif alhasil gw melahirkan beberapa karya (bahasanya udah macam pelukis maestro), salah tiganya adalah:
  1. Lukisan heart/hati/lope-lope ala motif di tas yang sedang in kala itu, Happy House.
  2. Lukisan vas bunga meniru lukisan yang ada di kalender yang bagian lukisannya udah gw potong-potong dan itu adalah lukisan Vincent Van Gogh, saudara-saudara! How dare I....
  3. Lukisan abstrak yang hanya gw dan Tuhan yang tau artinya.
Dan ada beberapa lagi, termasuk lukisan kolaborasi dengan teman SMP, sebut saja KR dan FA (hayo tebaaak). Nah, usai sudah masa melukis gw kala itu.

Sampai...

Suatu hari gw ngeliat brosur 'Creative's Creative's Creative's' di tempat les. Bertajuk New Artist Project 2011, gw yang-bahkan-gak-sanggup-menganggap-diri-gw-artist-dan-udah-lebih-dari-6-tahun-pula-gak-nyentuh-kanvas-dan-kuas, memberanikan diri untuk ikut. Tema bagi orang Indonesia adalah 'melihat Korea'. Tertarik dengan temanya... dan tentu tertarik juga dengan hadiahnya! Muehehe

Setelah tanya-tanya, mulailah gw membeli bahan-bahan yang dibutuhkan, mulai dari bawang putih, kemiri, dan terasi (lho gw pan bukan Farah Quinn) ... Hng, maksudnya kanvas baru berukuran 35 x 40 cm dan beberapa kuas baru karena yang lama udah kaku. Mulailah gw melukis lagi. Senang.

H -1 sebelum deadline, gw mengumpulkan karya gw yang berjudul 'Peeked Out from Behind the Tal'. Karya itu akan dipamerkan selama beberapa hari di KCC. Katanya pemenang akan dihubungi lewat telepon, dan ternyata... *jengjeng* Gw gak dihubungi.

Sempet sedih, tapi kesedihan itu tertutupi karena saat itu yang ada di pikiran gw adalah legaaaa. Lega dan senang karena akhirnya gw pernah benar-benar menyelesaikan lukisan dengan serius. Gak nyangka aja ternyata gw bisa secommit itu.

Btw, mau taukah seperti apa suasana pamerannya?


Lukisan gw adalah lukisan kedua dari kiri. Pas lihat pamerannya gw sempet jiper. "Meeeen, itu lukisan gede-gede bener! Ya pantes aja gw kalah!" and that was a bad excuse! Biarpun gw bikin segede bagong juga belum tentu menang toh. xD


After all, that was a great experience. 

Well, selamat buat para pemenang! Dan sekian sekilas info.
Cheers! 


Notes:
Setelah mama pulang haji, doi baru ngeliat lukisan gw dan katanya bagus (bagus buat ukuran  gw, if you know what I mean), plus pas pulang kuliah tiba-tiba udah dipajang pula di tembok ruang keluarga! (walaupun akhirnya gw lepas) uhuhu, super terharu :')